Tolak ukur syariah akan meluruskan orientasi manajemen yang bervisi sekuler agar sejalan dengan visi dan misi penciptaan manusia.orientasi syariah ini mengandung empat komponen sebagai berikut:
·
Target hasil:profit materi dan benefit–nonmateri.tujuan perusahaan
atau organisasi harus tidak hanya untuk mencari profit (qimah madiyah
atau nilai materi)setinggi – tingginya.Namun juga harus dapat memperoleh
dan memberikan benefit kepada internal organisasi perusahaan dan
eksternal(lingkungan)Benefit yang dimaksudkan tidaklah semata memberikan
manfaat kebendaan melainkan juga dapat bersifat non materi .islam memandang
bahwa tujuan suatu amal perbuatan tidak hanya berorientasi pada qimah
madiyah masih ada tiga orientasi lainnya,yakni qimah insaniyah,(nilai
kemanusiaan),qimah khuluqiyah(nilai ahlak)dan qimah ruhiyah(nilai
ruhiyah).Dengan orientasi qimah insaniyah berarti pengelola sebuah
perusahaan atau organisasi juga dapat memberikan manfaat yang bersifat
kemanusiaan baik melalui kesempatan kerja maupun bantuan sosial dll.Qimah
khulukiyah mengandungpengertian bahwa akhlaqul karimah menjadi suatu
kemestian yang harus muncul dalam setiap aktivitas para
pengelola organisasi.Sementara,qimah ruhiyah berarti
perbuatan tersebut dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada
Alloh. Jadi dalam setiap amalnya,seorang muslimselain harus berusaha meraih qimah
yang dituju,upaya yang dilakukan itu haruslah sesuai dengan aturan islam
.Denagn kata lain ,ketika melakukan suatu aktivitas harus disertai dengan
kesadaran hubungannya dengan Alloh dan setiap perbuatan muslim adalah ibadah.